Angkingsword’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Archive for March, 2009

Profil Ada Band

Posted by angkingsword on March 10, 2009

Ada Band terbentuk pada tahun 1996, dengan anggota Ibrahim Imran (Baim) pada gitar & vokal, Iso Eddy H (Iso) pada keyboard & backing vocal, Elif Ritonga (E’el) pada drum, dan Khrisna Balagita (Khrisna) pada keyboard/piano. Pada tahun 1997, ADA Band merilis album pertama dengan judul “Seharusnya”. Lagu “Seharusnya” menjadi andalan dalam album perdana mereka.

Mereka merilis album kedua, setelah vakum selama 2,5 tahun, berjudul “PerADAban 2000″ di bulan Juli 1999. Lagu di album ini antara lain lagu “Oughh…!!!”, “Bilakah?”, dan “Tinggalkanlah Cinta”. Setelah album kedua, Iso dan E’el hengkang dari ADA Band.

Rama Yaya Muktio kemudian bergabung sebagai drumer menggantikan E’el. Mereka merilis album ketiga di bulan Maret 2001 berjudul “Tiara”. Lagu yang terdapat dalam album ini antara lain “Tiara”, “1000 Bayang”, “Salahkah?”, dan “Belenggu & Cinta”. Bulan Desember 2001, Baim menyusul Iso dan E’el hengkang dari ADA Band.

Setelah dua tahun vakum, awal tahun 2003, ADA Band kembali menggebrak dengan formasi Khrisna Balagita pada keyboard/piano, Dika Satjadibrata pada bass & backing vocal, Rama Yaya Muktio pada drum, Marshall Suryarachman pada gitar, Donnie Sibarani pada vokal. Dengan formasi ini, ADA Band merilis album “Metamorphosis”, dengan lagu unggulan antara lain “Masih (Sahabatku Kekasihku)”, “Seberkas Kisah Lalu”, & “Manja”. ADA Band juga mendapat pengakuan atas kebangkitan mereka dengan muncul diberbagai ajang penghargaan musik, di antaranya dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2003 (dalam 4 kategori) sampai dengan Clear Top 10 Awards 2003 (dalam 3 kategori). Selain formasi baru, album ini juga berada di bawah label yang baru yaitu EMI Music Indonesia.

Untuk penutup tahun 2003, ADA Band mengumpulkan semua album ADA Band yang lama dalam sebuah album bertajuk The Best Of ADA Band – Discography. Album ini berisikan lagu-lagu yang membawa ADA Band menjadi terkenal seperti saat ini.12 (dua belas) lagu menghiasi album ini, termasuk 2 (dua) lagu romantis khas ADA Band.

Awal 2004, Rama terkena musibah, mobilnya menabrak dan dirinya luka parah. Kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan, akhirnya membuat Rama juga harus hengkang dari ADA Band. Sepeninggal Rama, ADA Band terpaksa berjalan walau hanya dengan 4 personel. Dibantu beberapa Additional Musicians, pada 2004 ADA Band merilis “Heaven of Love”, dan “Romantic Rhapsody” pada awal 2006, serta “Cinema Story” pada pertengahan 2007.

Dalam album “Heaven of Love” terdapat 12 lagu baru. Donny berduet dengan Gita Gutawa, putri musisi Erwin Gutawa dalam lagu “Yang Terbaik Bagimu”. Sedangkan lagu “Manusia Bodoh” terpilih menjadi single pertama album ini. Video klip “Manusia Bodoh” telah digarap dengan apik oleh Eugine Panji dibawah bendera Human Plus Production. Heaven of Love berhasil mencatat angka penjualan lebih dari 300 ribu kopi dalam waktu lima bulan. Dan mereka berhasil mendapat penghargaan double platinum. Enam bulan kemudian, mereka mendapat penghargaan Quadruple Award atau penghargaan karena mendapat 4x Paltinum (di Indonesia, setiap 150 ribu kaset yang terjual akan mendapat platinum). ADA Band mendapat penghargaan tersebut karena berhasil meraih penjualan 600 ribu kopi.

Album “Romantic Rhapsody” berisi 12 lagu yang masih bertemakan cinta. Album ini didukung penuh oleh PT. Softex Indonesia bekerja sama promosi dengan EMI Music Indonesia. Single “Karena Wanita (Ingin Dimengerti)” menampilkan 3 dari belia Disa Oriana, Sabrina Salsabilah dan Kartika Indah Pelapory, para bintang muda film D’Girlz Begins garapan Tengku Firmansyah. Single “Jalan Cahaya” featuring Ubiet bernuansa religius namun tetap menampilkan beat cantik ala ADA Band.

Di album “Cinema Story”, Ada Band menyuguhkan 12 lagu, 6 di antaranya merupakan lagu terbaru mereka yang dibuat berdasarkan skrip skenario dari film terbaru Multivision Pictures (MVP) yang berjudul “Selamanya”. Lagu ‘Nyawa Hidupku’ dan ‘Akal Sehat’ dijadikan single andalan mereka di album ini.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Profil Dewa19

Posted by angkingsword on March 10, 2009

Tahun 1986 empat siswa SMPN 6 Surabaya membuat band Dewa dgn personil yaitu, Dhani Manaf (keyboard,vocal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (guitar). Music Dewa dulu muncul dengan lagu-lagu jazz dan casiopea. Tahun 1988 Wawan keluar dan bergabung dgn Outsider yg beranggotakan Ari Lasso lalu menyebrang ke Phytagoras . Lalu Dewa merekrut Salman dan nama Dewa berubah menjadi Down Beat yg diambil dari majalah jazz terbitan USA.

Begitu nama Slank berkibar Dewa memanggil kembali Wawan beserta Ari Lasso dan berubah menjadi Dewa1, karena rata-rata usia mereka 19 thn. Music Dewa19 pun berubah dan mulai mencampur adukan music pop, rock dan jazz sehingga melahirkan music alternative baru bagi music Indonesia saat itu. Sukses pertama Dewa19 setelah membuat album 19 dan angka penjualannya melabihi 300.000 kopi. Mereka mendapatkan penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik dan Album terlaris thn 1993. Dewa sempat menggunakan Ronald dan Rere untuk additional musicnya. Setelah album Terbaik-terbaik selesai Wong Aksan masuk diposisi drum dan dikeluarkan setelah album Pendawa Lima selesai. LaluBimo Sulaksono(mantan Netral) menggantikannya, karna tidak cocok lalu Bimo pun henkang.

Masalah pun masih ada di badan Dewa19, Ari dan Erwin mengalami ketergantungan narkoba. Ini membuat album Bintang Lima pun tertunda. Setelah Erwin sembuh mereka mempersiapkan album, tetapi Ari mulai susah dihubungi. Akhirnya Dhani mencari pengganti untuk vocal dan bertemu dengan Elfonda “Once” Mekel. Once kemudian mengajak Tyo Nugros, dan menjadi drumer resmi Dewa19. Setelah meluncurkan beberapa album akhirnya Erwin mundur dariDewa19 yg tdk bisa ditolelir lagi dikarnakan masalah manajemen. Yuke bassist band The Groove pun bergabung menggantikan Erwin dan sampai sekarang.

Dhani (vocal,guitar dan keyboard)

Nama lengkap : Dhani Ahmad Prasetyo. Tmp. tgl. lahir : Jakarta, 26 Mei 1972. Tinggi/berat badan : – . Hobi : Seni.

Once (vocal)

Nama lengkap : Elfonda Mekel. Tgl. lahir : 21 Mei 1970. Tinggi/berat badan : 180cm/74kg. Hobi : Main bola, baca buku dan nonton TV.

Andra (guitar)

Nama lengkap : Andra Junaidi. Tgl. lahir : 17 Juni 1972. Tinggi/berat badan : 172cm/63kg. Hobi : Game, movie dan sport.

Tyo (drum)

Nama lengkap : Setyo Nugroho. Tmp. tgl. lahir : Jakarta, 21 Desember 1970. Tinggi/berat badan : 173cm/67kg. Hobi : Baca, nonton, gambar dan jalan-jalan.

Yuke (bass)

Nama lengkap : Yuke Sampurna. Tmp. tgl. lahir : Bandun, 19 Juni 1968. Tingg/berat badan : 174cm/54kg. Hobi : Billiard, remote control dan riding moge.

Dewa19 Discography

1. Dewa19 (1992) 2. Format Masa Depan (1994) 3. Terbaik Terbaik (1995) 4. Pandawa Lima (1997) 5. The Best of Dewa19 (1999) 6. Bintang Lima (2000) 7. Cintailah Cinta (2002) 8. Atas Nama Cinta I & II (2004) 9. Laskar Cinta (2004) 10. Republik Cinta (2006) 11. Kerajaan Cinta (2007)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Profil Peterpan

Posted by angkingsword on March 10, 2009

Peterpan
Latar belakang
Lahir Bandung, Indonesia
Genre Pop, Rock
Tahun aktif 2000 – sekarang
Perusahaan rekaman Musica Studios
Situs resmi http://www.peterpanband.com
Anggota
Nazril Irham (Ariel)
Mohammad Kautsar Hikmat
Ilsyah Ryan Reza
Loekman Hakim
Mantan Anggota
Andika Naliputra Wirahardja
Indra
Perjalanan karier

Awal terbentuk

Pada tahun 1997, Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.

Andika mengumpulkan kembali personel Topi di tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklah Loekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.

Perjalanan profesional peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O’Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Cold play, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Kang Noey (basis Java Jive) yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, “Sahabat”, “Mimpi Yang Sempurna”, dan “Taman Langit”, terpilih lagu “Mimpi Yang Sempurna” untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.
Taman Langit

Perusahaan rekaman Musica Studios pun tak melewatkan potensi peterpan. Musica mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album peterpan. Akhirnya debut album peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Tak dinyana, album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.

Tak hanya jumlah penjualan, peterpan juga sukses mencetak rekor konser maraton di enam provinsi dalam tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004. Konser bertajuk “LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record” itu dimulai di Medan, Sumatra Utara sekitar pukul 07.55 sampai 08.40 WIB. Dari sana, mereka lalu melanjutkan di Padang, Sumatra Barat sekitar pukul 10.45 hingga 11.30 WIB. Pada jam 12.55 hingga 13.40 WIB, Peterpan konser di Pekanbaru, Riau, terus Lampung pada jam 16.25 sampai 17.10 WIB. Ariel lantas membuka konser di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.45 dan berakhir pada 20.30 WIB. Konser Peterpan ditutup di Surabaya sekitar pukul 22.15 sampai 23.00 WIB. Atas prestasinya ini, mereka berhak dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).
Bintang di Surga

Tak lama menanti, peterpan kembali merilis album ke-2 bertajuk Bintang di Surga di bulan Agustus 2004. Dalam waktu 2 minggu, album itu telah terjual 350.000 kopi, dan di awal Januari 2005 telah menembus 1,7 juta kopi. Album yang menjagokan “Ada Apa Denganmu” ini sebulan kemudian (Februari 2005) menembus 2 juta kopi. Dan menurut catatan, album kedua peterpan ini mampu terjual sebanyak 3 juta kopi. Nilai yang cukup fantastis, mengingat saat itu sang vokalis, Ariel sedang tersandung masalah. Ariel dikabarkan telah menghamili mantan kekasihnya, Sarah Amalia.

Tahun 2005 juga menjadi tahun ‘kejayaan’ bagi peterpan, tak hanya dari sisi penjualan album, tapi juga penghargaan. Di awal tahun 2005, peterpan telah meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid pada tanggal 9 Mei 2005 di Bangkok. MTV Asia Aid adalah nama lain ajang MTV Asia Awards 2005 yang bisa digelar rutin tiap tahun. Perubahan ini sebagai bentuk kepedulian MTV Internasional atas bencana gempa dan gelombang tsunami yang menerjang di 11 negara, 26 Desember 2004.Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu “Ada Apa Denganmu”. Dari 11 nominasi itu, peterpan memenangkan 7 penghargaan, antara lain untuk gelar band terbaik, album terbaik, grafis desain album terbaik dan karya produksi terbaik, semua itu berkat album Bintang di Surga. Pada ajang SCTV Music Awards 2005, peterpan mendapat penghargaan di kategori Album Pop Group Ngetop dan Lagu Paling Ngetop. Setelah tahun sebelumnya juga mendapat Group Pendatang Baru Terngetop. peterpan juga meraih kategori Band Paling Ngetop di SCTV Award 2005

Di tahun 2005, peterpan kembali merilis 2 album. Meski kali ini mereka tidak merilis album ‘utama’. Yakni VCD Untuk Sahabat Peterpan yang berisi Orginal VCD Karaoke termasuk video klip serta dokumentasi saat mereka melakukan breaking record konser selama 24 jam di 6 kota. dan album soundtrack film Alexandria.
Perpecahan

Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari anggota band. Kedua mantan personil ini pada akhirnya membentuk kelompok lainnya yang diberi nama The Titans.

Pasca keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua pemusik tambahan, yaitu Lucky dan David. Dengan formasi tambahan ini, Peterpan merilis, Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara. Di RUUMS Kuala Lumpur pada 25 Mei 2007 setelah itu di Bandung di Monumen Pahlawan Gazebo dan disiarkan secara live di 6 stasiun televisi.

Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama “Peterpan”. Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.

Meski tanpa foramsi utuh seperti dulu, peterpan masih mampu memperlihatkan ‘taring’nya. Di bulan September 2007, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti acara “Song Festival” di Korea Selatan. Sebelumnnya, peterpan juga masih mampu mengantongi penghargaan sebagai Best Favorite Artis Indonesia MTV Asia Award 2006 dan Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award 2006.
Kerusuhan di konser

Sama seperti grup band tenar lain di Indonesia, konser peterpan pun tak lepas dari masalah. Pada tahun 2006, saat konser di stadion Harapan Bangsa Lhongraya Kota Banda Aceh tanggal 22 Februari 2006, sedikitnya 30 orang penonton pingsan, terbanyak diantaranya adalah remaja putri. Tak hanya itu, konser ini pun dinilai melanggar undang-undang Syariat Islam yang telah diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) karena bercampurnya penonton pria dan wanita di dalam lapangan pertunjukan.

Akibat kerusuhan saat konser bukan hanya menimpa penonton, tapi juga anggota band yang tampil. Hal ini terjadi saat peterpan konser di Stadion Bima Cirebon, 11 April 2006. Hujan batu dilemparkan para penonton tak berkarcis di luar Stadion, akibatnya tak hanya belasan penonton dilarikan ke berbagai rumah sakit akibat lemparan batu, tapi juga sang vokalis, Ariel, yang tak luput dari hujan batu tersebut. Ariel terkena lemparan di bagian dada sehingga langsung diamankan ke luar Stadion. Akibat peristiwa itu konser menjadi terhenti di saat peterpan membawakan lagu kelimanya “Mungkin Nanti” sekitar pukul 20.30 WIB.
Album

* Taman Langit (2003)
* Bintang di Surga (2004)
* Video Karaoke Peterpan – Sahabat Peterpan (2005)
* OST. Alexandria (2005)
* Hari yang Cerah (2007)

Penghargaan

Tahun 2002

* Rookie of the Year 2002 versi Majalah Hai

Tahun 2004

* Group Pendatang Baru Terngetop SCTV Music Award
* Triple Platinum Album Taman Langit
* Rekor MURI – Konser 6 Kota 24 Jam – 18 Juli 2004

Tahun 2005

* Best Favorite – Artis Indonesia MTV Asia Award – Februari 2005
* Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award – Mei 2005
* Lagu Paling Ngetop, SCTV Music Award – Mei 2005
* Band Paling Ngetop di SCTV Award – Agustus 2005
* Penjualan Album Terbaik Sepanjang Tahun, MTV Music Award – September 2005
* Grup pop terbaik melalui lagu “Ada Apa Denganmu” AMI Awards 2005 – November 2005
* Lagu pop terbaik “Ada Apa Denganmu” AMI Awards 2005 – November 2005
* Band Pop alternatif terbaik melalui lagu “Kukatakan Dengan Indah” AMI Awards 2005 – November 2005
* Album Terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 – November 2005
* Grafis desain album terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 – November 2005
* Karya produksi terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 – November 2005
* Anugerah Carta Era – Lagu Rock Pilihan & Carta Terbaik

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.